Kegiatan

MENGAJAR SECARA ONLINE DI MASA COVID 19

Penyebaran virus corona terus mewarnai kehidupan saat ini. Korban yang berdampak karena virus ini semakin hari terus meningkat jumlahnya. Selain itu, penyebaran virus ini juga mengakibatkan terhambatnya segala aktifitas kehidupan manusia sebagai masyarakat disegala bidang. Pergerakan ekonomi mengalami kemandekan, kesejahteraan masyarakat semakin hari semakin memprihatinkan, dan masih banyak hal lainnya yang mengalami hal serupa. Dari sekian banyak dampak yang dilahirkan oleh penyebaran virus ini, salah satu yang mendesak untuk diperbincangkan adalah terkait dengan perkembangan didalam dunia penididikan selama penyebaran virus Covid-19.

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, pemerintah telah mengambil kebijakan strategis yakni membatasi pergerakan masyarakat di wilayah publik. Kebijakan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, seluruh dunia menerapkannya. Salah satu peraturan yang merupakan buah dari  kebijakan tersebut adalah dengan liburnya sekolah-sekolah mulai dari PAUD hingga Universitas. Kebijakan ini mulai diberlakukan di awal April hingga sekarang, dan ada kemungkinan fenomena ini akan diperpanjang hingga akhir tahun 2020. Konsekwensi dari kebijakan ini adalah, para pelajar diwajibkan untuk belajar dari rumah. Kebijakan belajar dari rumah ini sangat merubah kebiasaan, ataupun prilaku guru dan siswa selama ini.Bagaimana tidak, selama ini guru mengajar di kelas di sebuah bangunan sekolah yang memiliki fungsi belajar mengajar, dengan didukung oleh sarana penunjang proses belajar mengajar tetapi karena Covid-19 semuanya berubah yakni diterapkan belajar online/online learning.

Dalam dunia pendidikan Indonesia, istilah belajar atau sekolah dari rumah dalam jumlah besar atau menyeluruh adalah sebuah “budaya” baru.  Kemunculan fenomena ini merubah sistem belajar konvensional yang diterapkan pemerintah selama ini. Segala proses belajar mengajar dilakukan secara digital atau online. Kendati hal ini adalah opsi terakhir dan terbaik namun dalam pelaksanaanya terdapat masalah-masalah yang dihadapi baik oleh guru maupun siswa.

Memang kebijakan daring (online learning) menuntut  guru  untuk semakin kreatif karena harus mencari pola yang tepat bagaimana pembelajaran dari rumah itu bisa dilakukan secara efektif.  Pembelajaran ini sangat berbeda dengan pembelajaran konvensional yang terjadi di sekolah. Guru dan siswa tidak berhadapan langsung, melainkan terjadi secara jarak jauh yang memungkinkan guru dan siswa berada pada tempat yang berbeda.

Secara positif pembelajaran ini sangat membantu keberlangsungan pembelajaran di masa pandemi ini misalnya guru dan siswa akan tetap aman berada pada tempat atau rumahnya masing-masing tanpa harus keluar rumah dan bertatap muka secara langsung. Meskipun demikian kita harus sadar bahwa merubah pola atau kebiasaan sangatlah sulit, dan merupakan hal wajar ketika terjadi perubahan yang sangat cepat dan tidak terduga. Kebiasaan yang berubah secara signifikan ini misalnya, guru dan siswa harus mengandalkan perangkat komputer dan jaringan internet, itu yang pertama. Kedua, Guru dan siswa harus mampu merubah gaya, strategi atau metode mengajar dan belajar.

Ketiga, guru dan siswa harus mampu merubah gaya komunikasinya dan yang terakhir adalah proses online learning sangat tidak membantu guru untuk membentuk karakter siswa karena guru sesungguhnya tidak mengenal secara dekat. Mengajar online  memberi masalah yang relatif baru bagi kehidupan seorang pengajar dan pendidik karena tugas seorang guru tidak hanya mengajar tapi juga mendidik. Selain itu mengajar online dari rumah memiliki kesulitan tersendiri yang dapat berdampak pada menurunnya minat dan prestasi belajar para anggota didik.

Ada dua faktor yang terjadi dalam kaitannya dengan dampak belajar dari rumah . Pertama, kurangnya sarana prasaran yang dimiliki para peserta didik seperti laptop, hand phone dan alat elektronik lainnya. Keterbatasan alat-alat ini membuat para anggota didik kesulitan mengakses sekolah online yang dimaksud. Kedua,  lamanya proses belajar -mengajar dirumah, membuat peserta didik merasakan kejenuhan. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan  dalam sekolah konvensional yang mengedepankan interaksi secara langsung dengan para pengajar maupun dengan sesama peserta didik.

Selain itu, belajar online juga berdampak pada tenaga kependidikan dan para orang tua. Bagi para pendidik, perlu dimaklumi bahwa tidak semua para pendidik memahami tentang cara pemakaian teknologi yang baik. Dari masalah dan dampak yang disebutkan terkait dengan fenomena kelas online, dapat diketahui bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah sebagai penentu kebijakan. Yang pertama adalah terkait dengan pemenuhan  sarana-prasaran yang terbatas bagi para anggota didik dan pendidik. Hal ini sangat urgen untuk dilakukan saat ini, sebab seluruh aktifitas belajar mengajar yang dilakukan saat ini berbasis teknologi atau digital. Yang berikutnya, adalah pemerintah perlu menyadari bahwa pendidikan adalah salah satu hal yang paling penting dalam hidup, sebab kemajuan peradaban manusiadapat dilihat dari kualitas pendidikan yang dimiliki oleh sesorang. Mengkultuskan sebuah metode pengajaran dapat berdampak pada kemunduran generasi dalam lingkup pendidikan. Pendidikan dan sistem belajar konvensional yang diemban selama ini dapat menjadi bukti untuk kedepannya.

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *